Rektor ITB dan Ditlumnier Temui Diaspora Alumni di Singapura, Perkuat Jejaring Global Alumni
Singapura, 23 Juli 2026 – Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., bersama Direktur Kealumnian dan Pengembangan Karier ITB, Prof. Dr. rer. nat. apt. Sophi Damayanti, serta Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan Karier ITB, Prof. Ir. Ardiyan Harimawan, M.Eng., Ph.D., melakukan pertemuan dengan diaspora alumni ITB di Singapura. Pertemuan ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan ITB ke Singapura untuk memperkuat hubungan dengan alumni yang berkiprah di tingkat internasional sekaligus membuka ruang kolaborasi antara alumni, almamater, dan institusi global.
Dalam kunjungan tersebut, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., bersama jajaran Direktorat Kealumnian dan Pengembangan Karier ITB berkesempatan bertemu dengan Wawan Setiawan, alumni Teknik Elektro ITB angkatan 1993, yang telah tinggal di Singapura sejak 2001. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana di ITB, Wawan melanjutkan perjalanan profesionalnya dengan bekerja di Singapura dan kemudian menempuh pendidikan magister di Nanyang Technological University (NTU).
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Muhammad Ridha, alumni FTI Teknik Penerbangan angkatan 1997, yang kini berkiprah di NTU, serta Yanti Rachmadini, alumni FTI Teknik Penerbangan angkatan 1997. Bersama, Ridha dan Dini membangun kehidupan keluarga dan membesarkan putra-putri mereka di Singapura. Kisah para alumni ini menunjukkan beragam perjalanan diaspora ITB—mulai dari membangun karier profesional dan akademik hingga membangun keluarga serta kehidupan di lingkungan internasional.
Berbagai pertemuan dan interaksi dengan diaspora alumni tersebut menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman mengenai perjalanan akademik, profesional, dan kehidupan alumni di Singapura. Selain itu, pertemuan ini juga membuka peluang untuk memperkuat hubungan serta mengembangkan potensi kolaborasi antara alumni, ITB, dan berbagai institusi internasional dalam bidang pendidikan, riset, inovasi, serta pengembangan sumber daya manusia.
Kehadiran para alumni ITB di Singapura memperlihatkan bahwa jejaring alumni memiliki keberagaman kontribusi dan pengalaman. Ada alumni yang berkiprah sebagai akademisi, profesional, maupun anggota masyarakat yang membangun keluarga dan kehidupan di luar negeri. Berbagai pengalaman tersebut menjadi kekayaan yang dapat memperkuat hubungan antara alumni dan almamater.
Bagi ITB, diaspora alumni merupakan bagian penting dari ekosistem kealumnian yang terus dikembangkan. Alumni yang berkiprah di luar negeri tidak hanya menjadi representasi almamater di tingkat global, tetapi juga memiliki pengalaman, pengetahuan, dan jejaring yang dapat berkontribusi bagi kemajuan ITB serta Indonesia. Melalui penguatan jejaring diaspora dan platform digital seperti SatuAlumni, ITB terus mendorong terciptanya konektivitas, kolaborasi, serta kontribusi alumni bagi almamater dan masyarakat luas.

