Ditlumnier ITB Berdiskusi dengan Prof. Andrivo Rusydi, Alumni Fisika ITB yang Berkiprah sebagai Akademisi dan Peneliti di NUS
Singapura, 23 Juli 2026 – Dalam rangkaian kunjungan ke Singapura, Direktorat Kealumnian dan Pengembangan Karier Institut Teknologi Bandung (ITB) melakukan pertemuan dan diskusi dengan Prof. Andrivo Rusydi, alumni Program Studi Fisika ITB angkatan 1994 yang kini berkiprah sebagai Associate Professor di Department of Physics, National University of Singapore (NUS). Pertemuan tersebut dihadiri oleh Direktur Kealumnian dan Pengembangan Karier ITB, Prof. Dr. rer. nat. apt. Sophi Damayanti, serta Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan Karier ITB, Prof. Ir. Ardiyan Harimawan, M.Eng., Ph.D.
Diskusi ini menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat perjalanan akademik dan profesional Prof. Andrivo, yang setelah menempuh pendidikan doktoral di University of Groningen, Belanda, melanjutkan kiprahnya sebagai pengajar dan peneliti di NUS. Di bidang akademik, Prof. Andrivo menekuni penelitian mengenai material kompleks dan sistem berkorelasi kuat, termasuk kajian mengenai material magnetik, superkonduktor suhu tinggi, semikonduktor organik, serta material untuk elektronika molekuler.
Kiprah Prof. Andrivo menunjukkan bagaimana pendidikan yang diperoleh di ITB dapat menjadi fondasi bagi perjalanan akademik dan kontribusi di tingkat global. Sebagai alumni Fisika ITB angkatan 1994, perjalanan Prof. Andrivo mencerminkan peran alumni dalam membangun jembatan pengetahuan antara Indonesia dan komunitas akademik internasional, sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, riset, dan inovasi.
Dalam diskusi tersebut, Ditlumnier ITB dan Prof. Andrivo turut membahas pentingnya penguatan jejaring alumni, pertukaran pengetahuan, serta peluang kolaborasi antara alumni dan almamater. Jejaring alumni yang berkiprah di berbagai institusi internasional memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan pendidikan, riset, inovasi, dan sumber daya manusia. Yang menarik dari pertemuan ini adalah Prof. Andrivo memilih Masjid Hussain Sulaiman yang berdiri sejak 1902 untuk tempat diskusi. Selain menjadi imam, beliau juga ikut mengurusi masjid sampai menjadi juru kunci karena tempat tinggalnya dekat dengan masjid.
Pertemuan dengan Prof. Andrivo menjadi bagian dari upaya Direktorat Kealumnian dan Pengembangan Karier ITB untuk terus membangun hubungan dengan diaspora alumni di berbagai negara. Melalui interaksi dan pertukaran pengalaman dengan alumni yang telah berkiprah di tingkat global, ITB berupaya memperkuat ekosistem alumni yang lebih terhubung dan kolaboratif. Di mana pun alumni berkiprah, pengetahuan, pengalaman, dan jejaring yang dibangun dapat menjadi kekuatan untuk memperkuat hubungan dengan ITB serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di tingkat internasional.

