ITB Gelar Temu Mitra Industri 2026, Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Dunia Kerja
Bandung — Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar kegiatan Temu Mitra Industri ITB 2026 pada Kamis, 7 Mei 2026, di Aula Barat ITB. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam mempersiapkan lulusan yang adaptif serta relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Acara ini dihadiri oleh 75 mitra industri dari berbagai sektor industri dengan total sebanyak 120 peserta sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia kerja.
Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Panitia, Prof. Ir. Ardiyan Harimawan, M.Eng., Ph.D., selaku Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan Karier Direktorat Kealumnian dan Pengembangan Karier ITB. Dalam laporannya, beliau menyampaikan bahwa Temu Mitra Industri menjadi ruang kolaborasi penting bagi ITB dan para mitra industri untuk membangun komunikasi yang lebih erat terkait kebutuhan kompetensi lulusan di masa depan. Beliau juga berharap forum ini dapat memperkuat hubungan kemitraan yang selama ini telah terjalin sekaligus membuka peluang kerja sama baru di bidang pendidikan, pengembangan karier, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan pimpinan ITB yang disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof. Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan industri untuk menjawab tantangan dunia kerja yang semakin dinamis akibat perkembangan teknologi dan transformasi industri.
Kegiatan dilanjutkan dengan keynote speech dari Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., yang disampaikan secara daring melalui Zoom Meeting. Dalam paparannya, beliau menyoroti pentingnya kesiapan kompetensi lulusan, penguatan karakter, serta kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan industri.
Setelah sesi keynote, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan mengenai Sistem Peningkatan Mutu (Quality Assurance) Pendidikan Berbasis Masukan Industri dalam Pendidikan ITB oleh Prof. Dr.Eng. Suprijadi, M.Eng. dari Satuan Penjaminan Mutu ITB. Pada sesi ini disampaikan pentingnya keterlibatan industri dalam pengembangan mutu pendidikan agar proses pembelajaran dan capaian lulusan tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Sesi pertama talk show dimoderatori oleh Dr. Dina Dellyana, S.Farm., M.A.B. dari Direktorat Pendidikan Profesional Berkelanjutan ITB dengan tema kompetensi teknis dan kesiapan lulusan menghadapi transformasi industri. Pada sesi ini, Allya Paramita Koesoema, S.T., M.T., Ph.D. dari Direktorat Pengembangan Pendidikan ITB memaparkan hasil Tracer Study ITB yang menyoroti kebutuhan kompetensi teknis lulusan, termasuk pemanfaatan artificial intelligence (AI), dalam menghadapi perkembangan industri.
Diskusi pada sesi pertama turut menghadirkan Alifah Zahra selaku Head of Talent Acquisition PT Paragon Technology and Innovation, Arroya Triannisa sebagai Regional Senior HR Business Partner Boeing, serta Yenni Alemina selaku VP Digital Banking, Information & Technology Academy PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Para narasumber membahas pentingnya kemampuan adaptasi teknologi, penguasaan kompetensi digital, serta kesiapan lulusan dalam menghadapi perubahan kebutuhan industri yang semakin cepat.
Sementara itu, sesi kedua dimoderatori oleh R. Raditya Ardianto Taepoer, S.Ds., M.Ds., Ph.D., selaku Kepala Subdirektorat Jejaring dan Kegiatan Alumni. Pada sesi ini, Intan Taufik, S.Si., M.Si., Ph.D. dari ITB Career Center Direktorat Kemahasiswaan memaparkan berbagai program ITB Career Center dalam mendukung persiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja, mulai dari pengembangan karier, pelatihan, hingga penguatan kesiapan profesional mahasiswa.
Sesi kedua juga menghadirkan Mahyudanil Lubis selaku HR Director Uniqlo (Fast Retailing Indonesia), Pambudi Soenarsihanto selaku Direktur Transformasi Korporasi dan Human Capital Management PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID, serta Made Dharmadetta selaku HR Director Danone Indonesia. Pembahasan pada sesi ini difokuskan pada pentingnya karakter dan soft skills, seperti kerja sama, motivasi, komunikasi, dan adaptabilitas, sebagai kompetensi utama yang dibutuhkan di dunia kerja saat ini.
Diskusi berlangsung aktif dan interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Dalam sesi tanya jawab, para mitra industri menyampaikan berbagai pandangan terkait kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja, mulai dari kompetensi teknis, kemampuan komunikasi, karakter, adaptabilitas, hingga pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan.
Selain sesi talk show, kegiatan juga menghadirkan pemaparan program microcredential, sertifikasi profesional, program Magister Multidisiplin, serta PSPPI yang disampaikan oleh Ir. Irwan Iskandar, S.T., M.T., Ph.D. dari Direktorat Pendidikan Profesional Berkelanjutan ITB.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pembahasan hasil survei kebutuhan keterampilan lulusan, kompetensi prioritas, dan kesenjangan keterampilan lulusan, serta diskusi terbuka mengenai peluang kerja sama antara industri dan ITB, termasuk pada bidang training, magang, kolaborasi penelitian, dan pelatihan profesional. Sesi ini dimoderatori oleh Pipit Fitriani, S.Si., Ph.D. dari Direktorat Kemahasiswaan dan menghadirkan Prof. Ir. Ardiyan Harimawan, M.Eng., Ph.D., Intan Taufik, S.Si., M.Si., Ph.D., serta Dr. Dina Dellyana, S.Farm., M.A.B. sebagai narasumber.
Berbagai perusahaan juga menyampaikan harapan agar perguruan tinggi terus menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan kebutuhan industri yang berkembang sangat cepat. Forum ini menjadi ruang pertukaran gagasan yang konstruktif antara ITB dan mitra industri dalam upaya meningkatkan kualitas lulusan yang relevan dengan kebutuhan ketenagakerjaan masa kini.
Acara ditutup oleh Direktur Kealumnian dan Pengembangan Karier ITB, Prof. Dr.rer.nat. apt. Sophi Damayanti, yang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Melalui kegiatan Temu Mitra Industri ini, ITB berharap hubungan kemitraan dengan dunia industri dapat terus diperkuat guna menciptakan ekosistem pendidikan yang kolaboratif, inovatif, dan mampu menghasilkan lulusan unggul yang siap menghadapi tantangan global.