Halal Bihalal IA ITB Jawa Timur Perkuat Kolaborasi Alumni dan Semangat Teknologi untuk Negeri
SURABAYA — Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) Jawa Timur menggelar acara Halal Bihalal di Kantor Cabang Bank BTN Surabaya pada Sabtu, 9 Mei 2026. Kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan dengan dihadiri sejumlah tokoh penting alumni ITB dari berbagai generasi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Brian Yuliarto. Turut hadir Ketua Umum Pengurus Pusat IA ITB, Agustin Peranginangin, perwakilan Direktorat Kealumnian dan Pengembangan Karier (Ditlumnier) ITB, jajaran Dewan Penasehat, Dewan Pakar, serta para pengurus IA ITB Jawa Timur.
Acara dibuka dengan pembacaan doa oleh Cak Teguh, dilanjutkan sambutan Ketua Panitia, Cak Handy IF 97. Dalam sambutannya, ia menyampaikan filosofi Jepang “ong” yang diangkat dalam sebuah buku inspiratif. Menurutnya, keberhasilan seseorang bukan semata karena kehebatan pribadi, melainkan karena adanya kebaikan dari alam, orang tua, dan banyak pihak lainnya.
“Bukan sekadar kehebatan yang membuat kita berada pada posisi saat ini, tetapi ada kebaikan alam, orang tua, dan banyak kebaikan lainnya. Tugas kita adalah meneruskan kebaikan itu,” ujarnya.
Selanjutnya, Ketua IA ITB Jawa Timur, Gus Bisma, mengajak seluruh alumni untuk saling mendukung perjalanan karier sesama alumni di bidang masing-masing. Semangat kolaborasi tersebut diwujudkan melalui peluncuran program strategis bertajuk Supermentor.
Program ini dirancang sebagai wadah kolaborasi lintas generasi untuk berbagi pengalaman, jejaring, inspirasi, dan pendampingan bagi alumni muda maupun generasi muda yang tengah mempersiapkan diri memasuki dunia kerja maupun dunia usaha. Selain itu, Gus Bisma juga menekankan pentingnya dukungan terhadap hilirisasi industri nasional guna mengurangi ketergantungan terhadap energi bersubsidi.
Ketua Umum IA ITB Pusat, Bang Angin, dalam sambutannya menegaskan bahwa teknologi merupakan kunci utama kemandirian bangsa. “Teknologi tidak bisa ditawar. Ingin mandiri pangan perlu teknologi, ingin mandiri energi perlu teknologi,” ujarnya. Ia berharap alumni ITB terus solid dan aktif mendukung riset yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Kasubdit Direktorat Kealumnian dan Pengembangan Karier ITB, R. Raditya Ardianto Taepoer, turut memaparkan sejumlah pengembangan sarana kolaborasi dan kreasi bersama alumni. Salah satunya melalui pengembangan platform digital satualumni.itb.ac.id yang diharapkan dapat memperkuat konektivitas dan sinergi antaralumni ITB di berbagai daerah.
Kegiatan Halal Bihalal ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kontribusi alumni ITB dalam pengembangan teknologi, pendidikan, dan pembangunan nasional.