Enter your keyword

Alumni Berbagi Bahas Strategi Bertumbuh dalam Satu Perusahaan

Alumni Berbagi Bahas Strategi Bertumbuh dalam Satu Perusahaan

Alumni Berbagi Bahas Strategi Bertumbuh dalam Satu Perusahaan

BANDUNG, alumni.itb.ac.id — Direktorat Kealumnian dan Pengembangan Karier Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menyelenggarakan program Alumni Berbagi pada Jumat, 25 September 2026. Mengangkat tema “Bertumbuh dalam Satu Perusahaan”, kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom ini menghadirkan Asep Sarif Hidayat panggilan ASAHI (Alumni Kimia ’96), Vice Marketing Director Produk Baterai Litium PT International Chemical Industry (ABC Lithium), sebagai narasumber.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan Karier ITB, Prof. Ir. Ardiyan Harimawan, S.T., M.Eng., Ph.D. Dalam sambutannya, Prof. Ardiyan menekankan pentingnya pembelajaran berkelanjutan dan keterhubungan antara pengalaman alumni dengan pengembangan karier mahasiswa maupun alumni. Alumni Berbagi menjadi ruang untuk berbagi pengalaman profesional sekaligus memperluas wawasan mengenai dinamika dunia kerja.

Dalam sesi berbagi, Asep Sarif Hidayat menceritakan perjalanan kariernya selama lebih dari 26 tahun di PT International Chemical Industry. Memulai karier pada bagian Research and Development (R&D) pada 2000, ia kemudian menjalani berbagai peran, antara lain di bidang Quality Assurance, QHSE, manajemen sistem, hingga posisi manajerial dan pengembangan bisnis. Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan karier tidak selalu berlangsung secara linear dan tidak terbatas pada bidang keilmuan yang dipelajari di bangku kuliah.

Menurut Asep, setiap perpindahan fungsi atau divisi memberikan kesempatan untuk membangun kompetensi baru. Beliau menyoroti pentingnya kemampuan memahami fungsi dan perspektif baru, membangun relasi dengan tim dan pemangku kepentingan, menyelesaikan persoalan, mengambil keputusan, serta mengembangkan kemampuan kepemimpinan. Prinsip “Observe, Learn, Adapt, Contribute, Improve” menjadi salah satu pendekatan yang ia bagikan dalam menghadapi perubahan dan tantangan di lingkungan kerja.

Asep juga memaparkan enam hal yang menjadi kunci pengembangan karier jangka panjang dalam satu perusahaan, yaitu kinerja, integritas dan profesionalisme, kemampuan belajar, relasi, leadership, serta kesiapan menerima tantangan baru. Ia menekankan bahwa perjalanan karier bukan sekadar berpindah posisi, tetapi memperluas perspektif dari sekadar menguasai pekerjaan menjadi memahami dampak pekerjaan terhadap tim dan organisasi. Seiring perkembangan dunia kerja dari 2000 hingga 2026, kemampuan adaptasi, literasi digital dan AI, critical thinking, komunikasi, kolaborasi, serta pemahaman lintas fungsi semakin diperlukan untuk menjaga kompetensi tetap relevan.

Pada akhir sesi, Asep berpesan kepada mahasiswa dan fresh graduate agar tidak hanya mempersiapkan diri untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi juga membangun kemampuan untuk terus berkembang. Menurutnya, fondasi karier perlu dibangun melalui kompetensi teknis, komunikasi, kolaborasi, problem solving, adaptability, wawasan global, serta kemauan untuk terus learn, unlearn, dan relearn. Pengalaman selama 26 tahun tersebut menjadi pembelajaran bahwa karier dapat berkembang ketika seseorang berani menerima tantangan, belajar dari lingkungan, dan secara konsisten memberikan kontribusi bagi tim, organisasi, dan