Enter your keyword

Penari Cilik Binaan Alumni Tampil Memukau di RuKA ITB

Penari Cilik Binaan Alumni Tampil Memukau di RuKA ITB

Penari Cilik Binaan Alumni Tampil Memukau di RuKA ITB

Bandung, 22 Agustus 2026 — Suasana Ruang Kreasi Bersama Alumni (RuKA) Institut Teknologi Bandung (ITB) semakin semarak dengan penampilan tiga penari cilik binaan alumni ITB melalui Jaipong Performance Kalang Sunda. Penampilan tersebut menghadirkan Ameeyra, Kirana, dan Syakira yang membawakan tarian kreasi baru bergaya Jaipongan dengan penuh energi dan keceriaan.

Ketiga penari cilik tersebut merupakan bagian dari Kalang Sunda, binaan alumni ITB Hera-FA98. Penampilan mereka menjadi salah satu wujud kontribusi alumni dalam mendukung pengembangan seni dan budaya sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan melestarikan kekayaan budaya Sunda membawakan Tari Kalang Sunda yang memadukan karakter gerak Jaipongan dengan sentuhan kreasi baru. Gerakan yang dinamis, lincah, dan energik menggambarkan sosok perempuan Sunda masa kini yang kuat, ramah, penuh semangat, serta tetap memiliki kedekatan dengan akar tradisi dan budayanya.

Jaipongan merupakan salah satu seni tari khas Jawa Barat yang dikembangkan oleh seniman asal Bandung, Gugum Gumbira, sejak dekade 1960-an. Perkembangannya kemudian menjadikan Jaipongan sebagai salah satu bentuk seni pertunjukan yang tidak hanya dikenal luas di Jawa Barat, tetapi juga menjadi bagian penting dari kekayaan seni dan budaya Indonesia.

Secara filosofis, Tari Kalang Sunda mengangkat makna kata “kalang” yang berarti batas atau “gurat tanah”, sementara “Sunda” merujuk pada wilayah dan budaya masyarakat Sunda. Perpaduan kedua makna tersebut merepresentasikan kecintaan terhadap tanah air sekaligus penghormatan terhadap batas-batas dan nilai tradisi yang hidup dalam masyarakat Sunda.

Penampilan para penari cilik di RuKA ITB menjadi gambaran bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui kolaborasi lintas generasi. Dukungan alumni terhadap pembinaan generasi muda di bidang seni diharapkan dapat terus berkembang, sehingga seni tradisi Sunda tetap hidup, relevan, dan semakin dikenal oleh generasi penerus.