IA ITB dan ITB Gelar Women in STEAM 2026, Perkuat Kepemimpinan dan Kolaborasi Perempuan di Bidang STEAM
Jakarta — Institut Teknologi Bandung (ITB) , Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung bersama Salam Ganesha menggelar kegiatan Women in STEAM 2026 bertajuk “Where Science Meets Leadership and Impact” pada Rabu, 13 Mei 2026, di ITB Kampus Jakarta, Gedung Graha Irama (Indorama), Jakarta Selatan. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat peran perempuan dalam bidang Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics (STEAM), sekaligus mendorong lahirnya inovasi dan kepemimpinan perempuan yang berdampak bagi pembangunan bangsa.
Acara diawali dengan registrasi dan sesi networking peserta, dilanjutkan dengan pembukaan resmi, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan dari Ketua Panitia Vanny Wulandari Katili, S.T., Ketua Umum Pengurus Pusat IA ITB Agustin Peranginangin, S.T., dan Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T.
Dalam sambutannya, Vanny Wulandari Katili menyampaikan bahwa Women in STEAM bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari gerakan kolaboratif untuk membangun ekosistem perempuan yang aktif berkontribusi dalam dunia pendidikan, industri, pemerintahan, riset, dan inovasi. Menurutnya, keberlanjutan program menjadi kunci utama agar forum ini mampu melahirkan dampak nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum PP IA ITB Agustin Peranginangin menegaskan bahwa IA ITB memiliki jaringan alumni perempuan yang kuat dan tersebar di berbagai sektor strategis nasional. Ia menilai kepemimpinan perempuan bukan hanya isu representasi, tetapi bagian penting dari upaya mendorong kemajuan bangsa melalui kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.
Rektor ITB Prof. Tatacipta Dirgantara menambahkan bahwa ITB memiliki tanggung jawab moral dan institusional untuk memastikan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya keberagaman perspektif dalam menghasilkan solusi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini turut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara IA ITB, ITB, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, dan Adhikari Foundation. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam pengembangan pendidikan, riset terapan, pengembangan sumber daya manusia, serta pemberdayaan perempuan di berbagai daerah, khususnya Maluku Utara.
Pada sesi keynote speech, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda membawakan tema “Women Leadership in Driving Regional Innovation & Inclusive Growth”. Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya kepemimpinan perempuan dalam pembangunan daerah, termasuk transformasi Maluku Utara dari ekonomi berbasis sumber daya alam menuju ekonomi berbasis pengetahuan melalui kolaborasi bersama ITB dan alumni ITB.
Diskusi utama dikemas melalui sesi Fireside Chat bertema “From Policy to Impact: Bridging Government, Academia, and Women Leaders”. Sesi ini menghadirkan Sherly Tjoanda, Yani Panigoro, Prof. Dr. Dea Indriani Astuti, S.Si., dan Rosa Permata Sari, dengan moderator Viviani Suhar. Para narasumber membahas pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, industri, dan komunitas perempuan dalam menciptakan program-program yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Selain itu, dilakukan pula penandatanganan kerja sama antara IA ITB dan ITB Enterprise Corporation Kinarya sebagai bagian dari penguatan ekosistem inovasi dan pengembangan talenta.
Pada sesi Fireside Chat kedua bertema “From Research to Real Impact”, hadir sejumlah tokoh perempuan nasional, di antaranya Prof. Dr. Heni Rachmawati, Apt., M.Si., Dian Siswarini, Dr. rer. nat. Neni Sintawardani, dan Aliya Rajasa Baskoro Yudhoyono. Diskusi yang dipandu oleh Iga Andita Lestari, S.T., M.P.A., tersebut membahas bagaimana riset, inovasi, teknologi, dan kepemimpinan perempuan dapat dihilirisasi menjadi solusi nyata yang berdampak bagi masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan sesi networking yang menjadi ruang pertukaran gagasan dan penguatan jejaring antara peserta, narasumber, akademisi, industri, pemerintah, dan alumni ITB. Melalui forum ini, IA ITB dan ITB berharap semakin banyak perempuan Indonesia terdorong untuk mengambil peran strategis dalam riset, inovasi, teknologi, dan kepemimpinan di berbagai sektor pembangunan.