Harman Subakat, Alumni ITB, Kembali ke Almamater Berbagi Inspirasi tentang Kepemimpinan dan Pertumbuhan Berkelanjutan
Bandung, alumni.itb.ac.id — Kiprah alumni menjadi salah satu kekuatan penting dalam membangun hubungan berkelanjutan antara Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan para lulusannya. Hal tersebut tercermin dalam kehadiran Harman Subakat, Group CEO ParagonCorp sekaligus alumni ITB, yang kembali ke almamater untuk berbagi pengalaman dan wawasan kepada mahasiswa melalui kegiatan Studium Generale ITB bertema “Ketika Nilai Menjadi Energi Pertumbuhan: Belajar dari Transformasi ParagonCorp dalam Membangun Bisnis yang Bertumbuh”, Rabu (9/9/2026), di Aula Barat ITB Kampus Ganesha.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., serta jajaran Direktorat Kealumnian dan Pengembangan Karier ITB, yaitu Direktur Kealumnian dan Pengembangan Karier ITB Prof. Dr. rer. nat. apt. Sophi Damayanti, S.Si., M.Si., Kepala Subdirektorat Jejaring dan Kegiatan Alumni R. Raditya Ardianto Taepoer, S.Ds., M.Ds., Ph.D., serta Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan Karier Prof. Ir. Ardiyan Harimawan, S.T., M.Eng., Ph.D. Kehadiran jajaran tersebut menunjukkan komitmen ITB dalam memperkuat ekosistem kealumnian serta membangun hubungan yang semakin erat antara alumni, mahasiswa, dan dunia profesional.
Sebagai alumni yang telah memiliki pengalaman panjang dalam dunia bisnis dan kepemimpinan organisasi, Harman Subakat membagikan pengalaman mengenai pentingnya budaya organisasi sebagai fondasi pertumbuhan berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa nilai organisasi tidak cukup hanya dituangkan dalam pernyataan tertulis, tetapi perlu diwujudkan melalui perilaku sehari-hari dan menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan. Budaya organisasi yang kuat, menurutnya, dapat mendorong inovasi, produktivitas, sekaligus meningkatkan kemampuan organisasi dalam menghadapi berbagai perubahan.
Harman juga mengajak mahasiswa ITB untuk memahami keterkaitan antara kewirausahaan, manajemen, inovasi, dan teknologi. Pengalaman yang dibagikan Harman menjadi gambaran nyata bagaimana seorang alumni dapat kembali ke almamater dan memberikan perspektif berdasarkan pengalaman profesionalnya. Interaksi seperti ini menjadi bagian penting dari penguatan jejaring alumni ITB, sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari alumni yang telah berkiprah di berbagai bidang.
Bagi Direktorat Kealumnian dan Pengembangan Karier ITB, kehadiran alumni seperti Harman Subakat menjadi momentum penting untuk terus memperkuat hubungan antara almamater dengan para alumninya. Jejaring tersebut diharapkan berkembang menjadi ruang kolaborasi yang memberikan manfaat nyata dalam pengembangan kompetensi, karier, inovasi, serta kontribusi alumni bagi ITB dan masyarakat. Melalui keterlibatan aktif alumni, ITB tidak hanya menjaga hubungan dengan para lulusannya, tetapi juga membangun ekosistem kealumnian yang menjadi bagian strategis dalam mendukung kemajuan almamater dan generasi penerus.
