Enter your keyword

Halal Bihalal IA-ITB 2026 Perkuat Sinergi Alumni dan Dunia Ketenagakerjaan

Halal Bihalal IA-ITB 2026 Perkuat Sinergi Alumni dan Dunia Ketenagakerjaan

Halal Bihalal IA-ITB 2026 Perkuat Sinergi Alumni dan Dunia Ketenagakerjaan

Jakarta, 25 April 2026 — Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) menyelenggarakan acara Halal Bihalal tahun 2026 pada Sabtu (25/4) di Gedung Vokasi Lantai 1, Kementerian Ketenagakerjaan RI, Ballroom Awaloedin Djamin. Kegiatan berlangsung dari pukul 08.30 hingga 13.30 WIB dalam suasana hangat penuh silaturahmi. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilanjutkan rangkaian sambutan dari para tokoh penting mewarnai kegiatan tersebut.

Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli (FTI 1993), dalam sambutannya menyampaikan bahwa IA-ITB memiliki potensi besar dalam memberikan kontribusi nyata, khususnya di sektor hilirisasi. Ia juga menyoroti tantangan kondisi ekonomi global yang turut berdampak pada sektor ketenagakerjaan di Indonesia.

Ketua Umum IA-ITB, Agustin Peranginangin (Teknik Sipil 1994), menegaskan pentingnya inovasi yang mampu mendahului regulasi. Ia juga mendorong lahirnya kebijakan inovatif, terutama dalam bidang energi hilirisasi dan pengelolaan sampah. Selain itu, Agustin menekankan pentingnya fasilitasi bagi para inventor serta kolaborasi antar empat perguruan tinggi untuk melindungi para inovator, khususnya dari ITB.

Sementara itu, Direktur Kealumnian dan Pengembangan Karier ITB, Prof. Sophi Damayanti (Farmasi 1993), memperkenalkan program Ruang Kreasi Bersama Alumni serta inovasi platform digital satualumni.itb.ac.id sebagai wadah kolaborasi alumni. Dalam kesempatan tersebut juga ditayangkan video sambutan dari Rektor ITB, Prof. Tatacipta Dirgantara, yang saat acara berlangsung  berada di Groningen.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PP IA-ITB, Rosa Permata Sari (Teknik Sipil 1998), serta Dewan Pengawas IA-ITB, Safitri Siswono (FTI 1994). Safitri menekankan pentingnya membangun citra positif IA-ITB, memberikan manfaat bagi seluruh negeri, serta mendukung program Kementerian Ketenagakerjaan. Ia juga menyoroti besarnya potensi alumni ITB dalam mendukung pengadaan teknologi dan inovasi nasional.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang mengangkat nilai-nilai silaturahmi dalam perspektif Islam. Dalam tausiyah tersebut disampaikan bahwa ta’aruf menjadi sarana mengenali keunggulan dan keunikan masing-masing individu. Melalui silaturahmi, keunggulan tersebut dapat saling dipertukarkan hingga membentuk kekuatan kolektif. Konsep talent summit pun disampaikan sebagai sudut pandang Islam dalam mengelola potensi umat.

Kegiatan Halal Bihalal ini diharapkan dapat mempererat hubungan antar alumni ITB sekaligus memperkuat kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa, khususnya di bidang ketenagakerjaan dan inovasi.