Dedikasi Tanpa Henti Alumni ITB: Doddy Rahadi Hadirkan Rumah Anak Bangsa untuk Mahasiswa
BANDUNG, itb.ac.id — Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi mahasiswa, sosok alumni Doddy Rahadi menunjukkan bahwa kepedulian terhadap almamater dapat diwujudkan secara nyata. Bersama sang istri, Ariati Arismunandar, ia menghadirkan “Rumah Anak Bangsa”, sebuah hunian gratis bagi mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang membutuhkan.
Bagi Doddy, gagasan ini bukan sekadar program bantuan, melainkan bentuk rasa syukur sekaligus panggilan untuk memberi kembali kepada almamater. Alumni Teknik Mesin ITB angkatan 1985 tersebut melihat langsung bagaimana sebagian mahasiswa harus berjuang tidak hanya secara akademik, tetapi juga secara ekonomi. Dari situlah muncul inisiatif untuk memanfaatkan aset yang dimiliki agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
“Ini adalah sumbangsih kami untuk ITB dan untuk anak-anak harapan bangsa,” ujarnya.
Bersama Ariati, yang juga memiliki kedekatan kuat dengan dunia pendidikan melalui latar belakang keluarganya, Doddy mengembangkan Rumah Anak Bangsa bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang pembinaan karakter. Ariati menekankan pentingnya memastikan mahasiswa penerima bantuan dapat menyelesaikan studi mereka tanpa terhambat persoalan biaya hidup.
“Jangan sampai mereka putus di tengah jalan. Kami ingin membantu mereka menjadi sarjana,” kata Ariati.
Selama lebih dari satu dekade, Rumah Anak Bangsa telah menjadi tempat singgah sekaligus titik awal perjalanan puluhan mahasiswa ITB. Tercatat, lebih dari 20 alumni ITB pernah tinggal di rumah ini dan kini telah berkarier di berbagai bidang, baik di dalam maupun luar negeri.
Di bawah pengelolaan langsung keluarga Doddy dan Ariati, rumah ini terus berkembang. Awalnya diperuntukkan bagi mahasiswa Teknik Mesin, kini Rumah Anak Bangsa terbuka bagi mahasiswa dari seluruh fakultas di ITB. Kapasitasnya yang mencapai sembilan orang dimanfaatkan untuk membangun kehidupan bersama yang penuh nilai kebersamaan, kemandirian, dan kepedulian sosial.
Bagi Doddy dan Ariati, keberhasilan program ini bukan diukur dari besarnya bantuan, melainkan dari dampak yang dirasakan para penghuni. Kabar sederhana dari mahasiswa yang berhasil lulus menjadi kebahagiaan tersendiri bagi mereka.
Lebih dari sekadar tempat tinggal, Rumah Anak Bangsa mencerminkan nilai yang dipegang teguh oleh Doddy sebagai alumni: bahwa kesuksesan tidak berhenti pada pencapaian pribadi, tetapi juga tentang seberapa besar kontribusi yang dapat diberikan kembali kepada sesama.
Melalui inisiatif ini, Doddy Rahadi tidak hanya membantu mahasiswa bertahan, tetapi juga menanamkan semangat untuk saling mendukung antar generasi. Sebuah teladan nyata bahwa peran alumni dapat menjadi jembatan harapan bagi masa depan bangsa.
sumber asli https://itb.ac.id/berita/rumah-anak-bangsa-hunian-gratis-wujud-solidaritas-alumni-itb-bagi-mahasiswa/63395