Penutupan Beasiswa Luar Biasa Periode 15 ITB Digelar di GKU Timur, Salurkan Rp290 Juta bagi Mahasiswa
Bandung 7 Februari 2026 — Program Beasiswa Luar Biasa (BLB) Institut Teknologi Bandung kembali diselenggarakan pada periode ke-15 pada 7 Oktober 2026 di GKU Timur ruang 9211 ITB Ganesha. Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan berbagi alumni muda ITB untuk mendukung mahasiswa dalam melanjutkan pendidikan serta mengembangkan potensi diri.
Acara dihadiri oleh Ketua Yayasan BLB Amelia Sakinah, Direktur Kemahasiswaan ITB Prof. Dr. apt. Muhamad Insanu, S.Si., M.Si., serta Koordinator Kegiatan dan Jejaring Kealumnian R. Raditya Ardianto Taepoer, S.Ds., M.Ds., Ph.D. Beasiswa Luar Biasa sendiri merupakan program beasiswa yang diinisiasi dan dikelola oleh alumni muda ITB untuk membantu mahasiswa ITB yang membutuhkan dukungan ekonomi, terutama dalam pembayaran UKT. Selain bantuan finansial, program ini juga menyediakan pembinaan, mentoring, dan jejaring alumni sebagai bekal pengembangan diri mahasiswa.
Program BLB berangkat dari semangat gotong royong alumni melalui mekanisme patungan (crowdfunding) yang kemudian disalurkan menjadi beasiswa dan kegiatan pembinaan mahasiswa. Gerakan ini telah berjalan sejak 2017 dan menjadi wadah kolaborasi alumni untuk berkontribusi langsung terhadap keberlanjutan pendidikan di ITB.
Secara kelembagaan, Yayasan Beasiswa Luar Biasa didirikan pada 17 Desember 2021 sebagai langkah strategis untuk memperkuat keberlanjutan program, meningkatkan kepercayaan publik, serta memperluas jangkauan manfaat beasiswa. Yayasan juga mengusung visi membantu mahasiswa yang paling membutuhkan tanpa mensyaratkan IPK atau prestasi tertentu, dengan pendanaan berbasis gotong royong alumni.
Rangkaian utama kegiatan BLB periode 15 adalah sesi presentasi oleh Rommy Adany, S.T., Founder dan CEO Sakola Kembara sekaligus alumni Teknik Mesin ITB angkatan 2018. Dalam pemaparannya bertajuk Beyond Graduation; Menavigasi Karier, Menemukan Passion, dan Membangun Dampak Sosial di Dunia Profesional, Rommy mengajak mahasiswa untuk melihat masa depan tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga kontribusi sosial dan kebermanfaatan profesi di tengah masyarakat.
Kelulusan dari kampus bukanlah akhir dari sebuah perjalanan menempuh hidup, melainkan awal dari perjuangan yang sebenarnya. Kenyataan yang dihadapi sangatlah berbeda dibanding apa yang selama ini dibayangkan, hingga kemudian muncul pertanyaan apakah kegiatan yang dilakukan semasa kuliah baik akademik maupun non-organisasi relevan dan dapat berdampak langsung dengan dunia kerja. Hal ini menjadi latar belakang dari Beasiswa Luar Biasa (BLB) untuk mengadakan Pembinaan Ketiga sekaligus Grand Closing dari segenap rangkaian kegiatan BLB periode 15 dengan tema “Beyond the Graduation: Menavigasi Karier, Menemukan Passion, dan Membangun Dampak Sosial di Dunia Profesional”.Tema ini bertujuan untuk membantu para penerima BLB memahami korelasi antara aktivitas selama di kampus dengan aktivitas di dunia profesional, memiliki gambaran mengenai realita bekerja, utamanya di startup, cara beradaptasi dengan perubahan karier (career switching), dan mendapatkan inspirasi untuk membangun inisiatif sosial yang berawal dari kerelawanan hingga menjadi model bisnis berkelanjutan.
BLB juga ingin para penerima beasiswa dapat termotivasi untuk terus berkontribusi bagi masyarakat meskipun telah memasuki dunia kerja. Grand Closing dilaksanakan pada hari Sabtu, 7 Februari 2026 pagi dan dihadiri oleh 30 orang mahasiswa penerima BLB 15 dari berbagai angkatan dan jurusan, serta dihadiri oleh perwakilan dari Direktorat Kealumnian dan Pengembangan Karier dan Direktorat Kemahasiswaan ITB. Kegiatan diawali dengan penyampaian pesan oleh Direktur Direktorat Kemahasiswaan Prof. Dr. apt. Muhamad Insanu, S.Si., M.Si. kepada seluruh mahasiswa agar terus berjuang sebesar apapun rintangannya karena akan selalu ada bantuan datang khususnya dalam hal finansial melalui beasiswa-beasiswa yang tersedia di ITB salah satunya BLB. Acara dilanjutkan dengan pemaparan dan diskusi yang diisi oleh Rommi Adany Putra Afauly, alumni Teknik Mesin ITB angkatan tahun 2018 yang merupakan founder sekaligus CEO dari Sakola Kembara. Materi dengan judul Idealism with a Plan dimulai dengan penjelasan mengenai idealisme dan seberapa pentingnya dalam kehidupan nyata. Rommi selaku narasumber menjelaskan pengalamannya yang yang awalnya masih tidak yakin dengan diri sendiri paska lulus dari kampus, hingga akhirnya bertemu dengan banyak orang dan berhasil melalui banyak tantangan hingga akhirnya dapat berdiri sendiri di atas idealismenya.
Pengalamannya diawali dengan menjadi seorang pemimpin dan aktivis yang berusaha menciptakan wadah berkelanjutan dengan tetap mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan untuk mencapai tujuan hidupnya, bukan hanya sekedar wadah untuk menghasilkan relasi maupun uang. Menurutnya yang tetap harus selalu dipertahankan bukan hanya integritas dan profesionalisme, melainkan keyakinan dan ambisi yang dulu membawanya hingga saat ini menjadi seseorang yang cukup berhasil. Dari pengalaman-pengalamannya itulah, Rommi dan teman-temannya berhasil mendirikan dan mempertahankan Sakola Kembara yang memberikan dukungan dan pendampingan bagi anak-anak prasejahtera agar mampu menghadapi tes ujian masuk perguruan tinggi negeri, sehingga mereka dapat melanjutkan pendidikan dan membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan beasiswa secara simbolis kepada 56 mahasiswa penerima BLB periode 15 dengan total bantuan sebesar Rp290.850.000. Bantuan tersebut diharapkan meringankan finasial dan mendorong mahasiswa untuk terus berprestasi. Acara ditutup oleh Koordinator Beasiswa Luar Biasa periode 15 dan 16. Dalam penutupannya disampaikan bahwa penyelenggaraan BLB periode 16 direncanakan berlangsung pada Maret 2026. Informasi tersebut sebelumnya juga disampaikan dalam pertemuan Ketua Yayasan BLB Amelia Sakinah dengan Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, dan Kealumnian, Dr. Andryanto Rikrik Kusmara, S.Sn., M.Sn., beserta jajaran administrasi di Aula Barat ITB.