Kongres IASR ITB 2026 Tetapkan Ketua Baru dan Arah Program Strategis Alumni
Bandung 7 Februari 2026 — Ikatan Alumni Seni Rupa ITB (IASR ITB) menyelenggarakan Rapat Umum Anggota (Kongres) 2026 sebagai forum strategis untuk membahas arah organisasi, evaluasi kinerja, serta proses transisi kepemimpinan. Kegiatan ini dirancang melalui rangkaian sidang pleno, paparan laporan, hingga penetapan keputusan organisasi.
Kongres dibuka dengan sambutan pimpinan organisasi. Dalam sidang pleno utama, peserta membahas perubahan Anggaran Dasar perkumpulan, proses demisioner pengurus, serta laporan pertanggungjawaban kegiatan dan keuangan organisasi. Forum juga menjadi ruang diskusi, koreksi, dan penyepakatan kebijakan organisasi ke depan, termasuk penetapan timeline serah terima aset dan pemilihan kepengurusan baru.
Selain itu, dipaparkan pula laporan pertanggungjawaban Tim Digital IASR ITB periode 2019–2024 yang menyoroti pengembangan platform digital alumni, pengelolaan situs organisasi, serta rencana penguatan konten dan database alumni sebagai sarana mempertemukan alumni secara virtual. Dokumen laporan menjelaskan bahwa situs IASR ITB mulai dibangun sejak 2019 dan terus dikembangkan sebagai media komunikasi, publikasi kegiatan, serta penguatan jejaring alumni seni rupa dan desain ITB. Kegiatan kongres turut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi Dr. Andryanto Rikrik Kusmara, Dekan FSRD ITB Dr. Kahfiati Kahdar, M.A., Koordinator Kegiatan dan Jejaring Kealumnian R. Raditya Ardianto Taepoer, S.Ds., M.Ds., Ph.D., serta tokoh-tokoh FSRD ITB seperti Kapten John dan Candil, yang ikut memeriahkan dan memberikan dukungan terhadap penguatan organisasi alumni.
Dalam forum tersebut, peserta kongres menetapkan Harry Anugrah Mawardi sebagai Ketua Ikatan Alumni Seni Rupa ITB periode 2026–2031. Penetapan ini menjadi bagian penting dari agenda kongres yang berfokus pada regenerasi kepemimpinan serta kesinambungan program organisasi alumni ke depan. Sebagai ketua terpilih, Harry Mawardi membawa visi menjadikan IASR ITB sebagai rumah kolaboratif yang inklusif, mandiri, dan berdampak bagi kesejahteraan alumni sekaligus berkontribusi pada kemajuan almamater dan ekosistem kreatif Indonesia.
Untuk mewujudkan visi tersebut, sejumlah rencana kerja strategis disiapkan, antara lain:
- Penguatan ekosistem kesejahteraan alumni, melalui sistem dukungan finansial dan profesional bagi alumni di berbagai tahap karier.
- Harmonisasi antar generasi, dengan menjembatani hubungan alumni senior, junior, dan mahasiswa melalui program mentoring dan kegiatan berbasis minat.
- Penguatan konektivitas institusional, dengan mempererat sinergi bersama FSRD ITB dan Ikatan Alumni ITB sebagai satu identitas.
- Pelestarian warisan budaya visual, termasuk menjaga keberlanjutan Pasar Seni ITB sebagai ruang regenerasi kreativitas dan pengabdian masyarakat.
- Penyediaan fasilitas fisik dan digital, berupa ruang temu dan kolaborasi alumni.
Secara programatik, kepengurusan baru juga menyiapkan beberapa inisiatif utama, di antaranya:
- Program Alumni HUB, sebagai ruang temu alumni secara fisik dan digital untuk kolaborasi kerja, mentoring, dan aktivitas komunitas yang dimulai dari Bandung dan berkembang ke kota lain.
- Program Dana Abadi IASR, yaitu dana kolektif alumni yang dikelola berkelanjutan untuk membantu kondisi darurat alumni serta mendukung program strategis organisasi.
- Program Talent Pool, berupa basis data terkurasi talenta alumni FSRD ITB yang menghubungkan alumni dengan peluang kolaborasi, proyek, dan kebutuhan industri.
Pada sesi akhir, forum menetapkan Dewan Pengawas dan Ketua Perkumpulan terpilih, dilanjutkan pelantikan, sambutan kehormatan dari pihak kampus, serta rangkaian penutupan dan selebrasi.