Workshop dan Galeri Abhinaya: Pemulihan Pasca Bencana Banjir dan Longsor Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat
Alumni ITB Perkuat Peran Strategis dalam Pemulihan Pascabencana Aceh, Sumut, dan Sumbar
Bandung — Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) mengambil peran strategis dalam upaya pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Peran tersebut diperkuat melalui kegiatan Workshop dan Galeri Abhinaya Pemulihan Pascabencana yang diselenggarakan Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB bekerja sama dengan Ikatan Alumni ITB, Senin (12/1).
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan alumni dalam membangun sistem pemulihan pascabencana yang berkelanjutan dan berbasis keilmuan. Rektor juga menyoroti posisi alumni sebagai aktor penghubung antara kampus, masyarakat, dan pemangku kebijakan di daerah terdampak.
Workshop ini menghadirkan Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai keynote speaker, yang memaparkan tantangan dan kebutuhan kolaborasi multipihak dalam penanganan bencana hidrometeorologi ekstrem yang terjadi pada akhir November 2025.
Bencana hidrometeorologi ekstrem yang terjadi pada akhir November 2025 telah menimbulkan dampak luas, mulai dari kerusakan infrastruktur, korban jiwa, hingga terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Dalam konteks ini, alumni ITB hadir tidak hanya sebagai relawan, tetapi juga sebagai penggerak kolaborasi lintas sektor yang menjembatani keilmuan akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan .
Melalui sesi khusus pemaparan Ikatan Alumni ITB dan pengurus daerah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, alumni mendorong kontribusi konkret dalam rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak. Kontribusi tersebut mencakup dukungan teknis, pendampingan masyarakat, penggalangan sumber daya, hingga kolaborasi dengan pemerintah daerah dan lembaga kemanusiaan.
Ketua Ikatan Alumni ITB menegaskan bahwa alumni memiliki posisi unik sebagai penghubung antara kampus, masyarakat, dan pemangku kebijakan. Dengan latar belakang keilmuan yang beragam, alumni mampu berperan dalam perencanaan infrastruktur tangguh bencana, pengembangan hunian sementara dan tetap, serta pemulihan sosial-ekonomi masyarakat terdampak .
Perspektif internasional turut memperkaya diskusi melalui kehadiran Mr. Hiroyuki Yamamoto, JICA Expert, yang mengikuti kegiatan secara daring. Dalam paparannya, ia menyampaikan “The Project for Enhancement for Disaster Risk Reduction Through Improvement of the Disaster Risk Information and Communication Framework in Indonesia”, yang menekankan penguatan sistem informasi dan komunikasi risiko bencana sebagai fondasi pengambilan keputusan yang cepat, akurat, dan terkoordinasi di Indonesia.
Peran alumni ITB menjadi salah satu fokus utama dalam diskusi, khususnya melalui keterlibatan pengurus Ikatan Alumni ITB serta perwakilan alumni daerah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Alumni didorong untuk berkontribusi aktif dalam rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak, mulai dari dukungan teknis, pendampingan masyarakat, hingga penguatan jejaring dengan pemerintah daerah dan lembaga kebencanaan. Sejumlah akademisi ITB turut menyampaikan pemikiran dan praktik keilmuan yang relevan dengan kebutuhan di lapangan, di antaranya Dr. Nurrohman Wijaya, M.T. yang membahas pengembangan tata ruang wilayah terdampak bencana, Dr.-Ing. Andry Widyowijatnoko, S.T., M.T. yang memaparkan konsep hunian sementara dan hunian tetap, serta Prof. Dr. apt. Ilma Nugrahani, M.Si. yang menyoroti pengembangan program kesehatan, penyelenggaraan pendidikan, dan pendampingan psikososial pascabencana.
Selain workshop, rangkaian kegiatan juga mencakup Galeri Program Tanggap Darurat dan Pemulihan Pascabencana Abhinaya yang digelar pada 12–18 Januari 2026 di Galeri Soemardja ITB. Galeri ini menampilkan berbagai inisiatif pemulihan, termasuk program-program yang digerakkan oleh alumni ITB di wilayah terdampak bencana.
Melalui kegiatan ini, ITB dan Ikatan Alumni ITB berharap kontribusi alumni tidak hanya berhenti pada respons darurat, tetapi berlanjut pada pembangunan kembali wilayah terdampak yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.



