Single Blog Title

This is a single blog caption
13 Nov 2022

Road to Rakernas IA-ITB 2022 “Youth, Sport, and Netizen”

Perjalanan menuju Rakernas Ikatan Alumni ITB resmi dimulai hari Sabtu, 5 November 2022 dalam bentuk webinar (hybrid) bertemakan “Youth, Sport, and Netizen”. Semangat acara tersebut berkaitan erat dengan momentum hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober sebagai sebuah simbol kebangkitan serta kontribusi pemuda dalam mewujudkan persatuan bangsa. Semangat Sumpah Pemuda pada dasarnya seiring sejalan dengan slogan ITB, “In Harmonia Progressio” yang selama ini menjadi semboyan persatuan untuk kemajuan. Acara ini bisa disaksikan secara daring di aplikasi Zoom dan Youtube, dapat juga dihadiri di lapangan basket Saraga ITB. Selain para alumni ITB dan narasumber, turut hadir juga para mahasiswa ITB, terutama dari kepengurusan Keluarga Mahasiswa ITB dan Unit Basket Ganesha, memanfaatkan momen untuk bersilaturahmi.

 

Acara dibuka oleh Alga Indria (SR’98) sebagai MC, bersama Jalu Priambodho (TI’02), selaku Ketua IA-ITB Jawa Barat, yang ditemani oleh Ketut Wiriada, S.Sos, M.Si, selaku Kepala Bidang Layanan Kepemudaan Diaspora Jawa Barat. Kehadiran Ketut Wiriada sendiri mewakili Gubernur Jawa Barat, Mochammad Ridwan Kamil, yang berhalangan memenuhi undangan panitia karena berbenturan dengan agenda G20 di Bali. Lewat acara ini, Jalu Priambodho berpesan kepada setiap orang, tidak hanya kepada yang berusia pemuda, untuk selalu menjaga semangat kepemudaan, dimana mendahulukan kepentingan bangsa, dibandingkan kepentingannya diri sendiri. Gayung bersambut, Ketut Wiriada juga mengutarakan hal yang sama dan membuka rangkaian acara menuju rakernas IA ITB 2022 secara resmi.

 

Perjalanan dilanjutkan dengan 2 sesi diskusi, yang dipandu oleh Ahmad Zamakhsyari Sidiq (IF’04), selaku Wakil Ketua IA-ITB Jawa Barat dan juga CEO Lapangbola[dot]com. Sesi pertama bertema keolahragaan, dimana Denda Alamsyah (GD’91) sebagai ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Jawa Barat, Ben Wirawan (DP’94) sebagai CEO Torch, dan Muhammad Alwie (FI’01) sebagai Menteri Olahraga dan Keminatan PP IA-ITB ikut serta sebagai narasumber. Dalam diskusi, Denda dan Alwie menekankan pentingnya peran berolahraga secara aktif meski sebatas hobi untuk perkembangan kedewasaan mental masyarakat. Sementara Ben Wirawan memaparkan pentingnya memahami pola komunikasi generasi muda (generasi Z dan alpha) dalam memasyarakatkan olahraga. Semua narasumber juga sepakat mengenai peran sentral olahraga dalam sektor kehidupan sosial dan budaya, baik secara komunitas maupun individu. Turut juga dalam pembahasan bahwa tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, merupakan pelajaran buat semua pihak dan tidak bisa hanya mementingkan kepentingan individu atau kelompok semata.

 

Sesi kedua dilanjutkan dengan Ridwansyah Yusuf (PL’05), ketua KNPI Jawa Barat, Billy Mambrasar (TA’03), Staf Khusus Presiden dan CEO Kitong Bisa, dan Muhammad Noviar Rahman (TI’02), Pendiri dan Chief Investment Officer INFIA Group dengan tema pemuda. Dalam kesempatan ini, kiprah mereka di bidang politik, birokrasi, dan industri kreatif menjadi cerita pengalaman berharga dan inspiratif kepada para pemuda, khususnya alumni ITB dan mahasiswa ITB yang turut hadir, untuk siap menghadapi setiap tantangan yang bakal sangat beragam, baik di masa sekarang, maupun di kemudian hari. Pada kesempatan ini pula, Yusuf dan Billy mengajak para alumni ITB untuk selalu mengambil peran aktif dalam menjadi solusi di berbagai bidang kehidupan. Dalam statement penutupnya, Noviar mengingatkan bahwa untuk bisa beradaptasi dengan zaman, kita harus selalu rendah hati, banyak mendengar dan belajar dari sekitar serta berkolaborasi dengan pihak-pihak yang memiliki cita-cita sejalan dengan mimpi kita.