Single Blog Title

This is a single blog caption
5 Nov 2020

Alumni ITB dalam Kabinet Indonesia Maju

Institut Teknologi Bandung (ITB) tidak pernah berhenti mencetak lulusan-lulusan yang unggul, melahirkan generasi-generasi harapan yang selain mampu menjadi solusi dalam menjawab segala permasalahan serta tantangan bangsa, juga mampu berbicara banyak dan mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional. Alumni ITB memegang peranan penting dalam pembangunan bangsa ini dengan berbagai sumbangsih pemikiran, ide, gagasan yang diwujudkan dalam karya dan tindakan nyata.

 

Di dalam Kabinet Indonesia Maju 2019-2024, kabinet pemerintahan Indonesia pimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Alumni ITB dipilih untuk dapat berkontribusi lebih banyak bagi Bangsa ini sebagai Menteri, Wakil Menteri, dan Staf Khusus Presiden. Mereka adalah:

 

  1. Arifin Tasrif (Teknik Kimia ‘72) adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, sebelumnya menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Jepang.⁣
  2. Pramono Anung (Teknik Pertambangan ‘82) menjabat sebagai Sekretaris Kabinet Indonesia, beliau pernah menjadi Wakil Ketua DPR RI periode 2009-2014.⁣
  3. Suharso Monoarfa (Planologi ‘74) adalah Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas. Sebelumnya, beliau pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden tahun 2015-2019.⁣
  4. Fadjroel Rachman (Kimia ‘82) menjabat sebagai Juru Bicara Presiden. Saat ini beliau masih menjabat sebagai Komisaris Utama PT Adhi Karya.
  5. Budi Gunadi Sadikin (FI ‘88) sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT. Inalum (Persero). Sekarang selain bertugas sebagai Wamen BUMN, beliau juga dipercaya sebagai Wakil Komisaris Utama PT. Pertamina.⁣
  6. Wahyu Sakti Trenggono (TI ‘81) adalah salah satu inisiator berdirinya Asosiasi Penyedia Menara Telekomunikasi Indonesial (ASPMITEL). Sekarang beliau diangkat menjadi Wakil Menteri Pertahanan. ⁣
  7. Andi Taufan Garuda Putra, alumni SBM ITB 2004, adalah CEO Amartha Mikro Fintek. Bang Taufan mendapatkan gelar MPA (Master of Public Administration) dari Harvard Kennedy School, serta banyak menerima penghargaan untuk inovasi dan kepeduliannya terhadap sektor UMKM.⁣
  8. Gracia Billy Mambrasar, alumni Teknik Pertambangan ITB 2003, adalah CEO Kitong Bisa. Menempuh S2 di Oxford University, kontribusi dan gagasan inovatifnya sangat diperhitungkan dalam membangun tanah Papua.⁣