ITB Perkuat Peran Internasional dalam Pertemuan Alumni Perguruan Tinggi Indonesia di Kuala Lumpur
Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kerja sama regional Indonesia–Malaysia melalui partisipasi aktif pada Pertemuan Internasional “Menyusuri Tujuh Dekade Hubungan Malaysia–Indonesia: Dalam Warisan, Seni Budaya, Pariwisata dan Pendidikan” yang diselenggarakan oleh Persatuan Alumni Pendidikan Tinggi Indonesia (PAPTI).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Sambutan Peringatan Emas 50 Tahun PAPTI, yang akan dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2026 bertempat di World Trade Centre (WTC), Kuala Lumpur. Dalam undangan resmi yang disampaikan oleh Presiden PAPTI, Dato’ Dr. Abdul Latiff bin Awang, ITB diundang untuk berperan sebagai institusi mitra strategis dalam penguatan pendidikan tinggi antara kedua negara.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Andryanto Rikrik Kusmara, S.Sn., M.Sn., Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi ITB, hadir sebagai pembicara pada Sesi III: Memperkasa Pendidikan Tinggi di Malaysia dan Indonesia. Selain Dr. Andryanto, delegasi ITB yang turut menghadiri rangkaian kegiatan ini adalah Direktur Direktorat Kealumnian dan Pengembangan Karir ITB, Sophi Damayanti, S.Si., M.Si., serta Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB, Dr. Neneng Nurlaela Arief, S.E., M.A.B., sebagai bagian dari penguatan kehadiran institusional ITB dalam forum internasional tersebut.
Dalam materi yang dipresentasikan, ITB menegaskan perannya sebagai Fourth Generation University yang menekankan integrasi pendidikan, riset, inovasi, kewirausahaan, dan pengabdian kepada masyarakat. Transformasi ini bertujuan menghasilkan dampak nyata bagi pembangunan nasional dan regional yang berkelanjutan.
ITB juga menyoroti pentingnya pengembangan future-ready talent di tengah tantangan global seperti disrupsi teknologi, keberlanjutan, dan dinamika pasar kerja. Melalui kurikulum fleksibel, penguatan kompetensi T-shaped, micro-credentials, program magister profesional, serta mobilitas talenta global, ITB mendorong lahirnya lulusan yang adaptif dan berdaya saing internasional. Lebih lanjut, ITB membuka peluang kerja sama akademik yang lebih erat dengan Malaysia, mencakup riset bersama, joint degree, pertukaran mahasiswa dan dosen, kolaborasi publikasi, hingga pengembangan green jobs yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs)
Partisipasi ITB dalam Persidangan PAPTI 2026 ini diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan strategis Indonesia–Malaysia, khususnya dalam bidang pendidikan tinggi, serta berkontribusi nyata dalam membangun ekosistem talenta unggul di kawasan ASEAN.