Enter your keyword

IAITB, IDII, dan ITB Bersatu Bangun IPAB di Salareh Aia

IAITB, IDII, dan ITB Bersatu Bangun IPAB di Salareh Aia

IAITB, IDII, dan ITB Bersatu Bangun IPAB di Salareh Aia

Kabupaten Agam — Krisis layanan kesehatan sempat melanda Puskesmas Salareh Aia, Kabupaten Agam, setelah bencana merusak saluran air bersih. Akibatnya, fasilitas tersebut tidak dapat menerima pasien rawat inap karena ketersediaan air yang sangat terbatas.

Melihat kondisi darurat ini, berbagai pihak bergerak cepat. Institut Teknologi Bandung melalui jejaring alumninya, Ikatan Alumni ITB (IAITB), berkolaborasi dengan Ikatan Istri Dokter Indonesia untuk membantu memulihkan layanan kesehatan di wilayah tersebut.

Upaya ini juga didukung oleh Rumah Amal Salman yang berperan dalam penyaluran bantuan dan koordinasi lapangan. Melalui kerja sama ini, tim berhasil membangun Instalasi Pengolahan Air Bersih (IPAB) sekaligus memperbaiki sistem distribusi air bersih yang sebelumnya terputus akibat bencana.

Bantuan hibah dari IDII menjadi salah satu kunci utama dalam merealisasikan proyek ini. Dengan dukungan tersebut, pembangunan IPAB dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat sehingga hambatan operasional puskesmas dapat diatasi.

Perwakilan tim menyampaikan bahwa kolaborasi lintas organisasi ini menjadi contoh nyata gotong royong dalam menghadapi krisis. “Kami berharap fasilitas ini tidak hanya memulihkan layanan, tetapi juga meningkatkan kualitas sanitasi dan kesehatan masyarakat ke depannya,” ujarnya.

Kini, Puskesmas Salareh Aia kembali dapat melayani pasien rawat inap secara normal. Kehadiran IPAB yang baru juga diharapkan mampu memberikan sistem pengolahan air yang lebih aman dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

Kolaborasi antara IAITB, IDII, dan ITB ini menjadi bukti bahwa sinergi antara akademisi, profesional kesehatan, dan lembaga sosial mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang terdampak bencana.