Dari Wisuda ke Dunia Nyata: Yhenda Permana Ungkap Kunci Menjadi Pemimpin Sukses
Bandung— Lanjutan Alumni Session Pra-Event Titian Karier Terpadu (TKT) ITB April 2026 sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pembekalan karier bagi mahasiswa. Kegiatan pada hari Selasa 7 April 2026 di Ruang 9211, Gedung Kuliah Umum (GKU) Timur Lantai 2, Jalan Ganesha No. 10, Bandung.
Pada hari kedua kegiatan, Yhenda Permana Alumni Teknik Fisika 1980 membagikan inspirasi melalui sesi bertajuk “Strategi Menjadi Pemimpin Sukses: Dari Titik Awal Hingga Visi Masa Depan”. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa kelulusan bukanlah akhir, melainkan awal dari perjuangan di dunia nyata. Sesi ini turut dihadiri oleh R. Raditya Ardianto Taepoer, M.Ds., Ph.D., selaku Kepala Subdirektorat Jejaring dan Kegiatan Alumni Direktorat Kealumnian dan Pengembangan Karier ITB.
Ia menjelaskan bahwa setelah lulus, mahasiswa dihadapkan pada berbagai pilihan, seperti melanjutkan studi, bekerja di perusahaan, atau berwirausaha. Namun, terdapat perbedaan mendasar antara dunia kampus dan dunia kerja. Jika di kampus keberhasilan diukur dari nilai akademik, di dunia kerja penilaian ditentukan oleh kontribusi nyata, kreativitas, dan rekam jejak profesional.
Untuk memasuki dunia kerja, Yhenda menyoroti pentingnya persiapan melalui tiga tahap utama, yakni penyusunan CV dan lamaran yang jujur dan menarik, penguasaan kompetensi dasar, serta kesiapan menghadapi wawancara dengan memahami profil perusahaan dan menunjukkan keinginan untuk berkontribusi.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sikap adaptif, kemauan belajar, kemampuan bekerja dalam tim, serta membangun jaringan profesional. Menurutnya, karier bersifat dinamis sehingga diperlukan konsistensi dalam menjaga kinerja tanpa terpengaruh perbandingan dengan orang lain. Dalam membangun karier, Yhenda mengingatkan agar tidak semata-mata mengejar materi, melainkan fokus pada penciptaan nilai (value). Dengan kontribusi yang baik, posisi dan penghasilan akan mengikuti.
Menutup sesi, ia mengangkat filosofi kepemimpinan dari Ki Hajar Dewantara, yaitu pemimpin harus mampu menjadi teladan di depan, membangun semangat di tengah, dan memberi dorongan dari belakang. Ia juga menegaskan bahwa pemimpin yang baik harus memiliki visi jangka panjang, mampu mendengar, serta mendorong inovasi dalam tim.