Enter your keyword

Battle of the Bands: Yellow Jacket vs Ganesha, Rivalitas Kampus Berubah Jadi Panggung Silaturahmi

Battle of the Bands: Yellow Jacket vs Ganesha, Rivalitas Kampus Berubah Jadi Panggung Silaturahmi

Jakarta — Pada Jumat malam, 30 Januari 2026, Balai Sarbini, Jakarta Selatan menjadi saksi sebuah perayaan musik kolosal yang berbeda dari biasanya. Pertunjukan yang diberi tajuk “Battle of the Bands: Yellow Jacket vs Ganesha – Queen The Colossal Live” ini berhasil menyatukan dua kelompok besar alumni kampus terbaik di Indonesia, yaitu Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB), dalam satu panggung megah dan penuh semangat.

Acara ini menghadirkan atmosfer kompetisi namun bersahabat antar alumni UI dan ITB. Simbol Yellow Jacket yang identik dengan UI dipertemukan dengan Ganesha yang mewakili ITB dalam kompetisi musik yang sekaligus menjadi ajang reuni dan silaturahmi. Pertunjukan malam itu bukan hanya sekadar battle musik antar kampus, tetapi juga persembahan karya-karya band legendaris dunia. Lagu-lagu hits dari Queen seperti Bohemian Rhapsody, We Are the Champions, Don’t Stop Me Now, dan Love of My Life dibawakan secara kolosal oleh para musisi alumni UI dan ITB serta tamu musisi nasional ternama.

Beberapa musisi alumni yang tampil, artis yang juga aktif dalam komunitas musik UI ITB, serta sejumlah pemain dan vokalis dari berbagai angkatan yang menunjukkan kualitas musikalitas tinggi dan kekompakan di atas panggung. Sound system canggih, tata cahaya dinamis, visual grafis videotron, dan multi-camera treatment membuat konser ini terasa seperti produksi profesional kelas atas bukan sekadar acara kampus biasa.

Seperti yang banyak disampaikan peserta setelah acara, termasuk dari unggahan media sosial, rivalitas UI dan ITB yang biasanya terlihat dalam kompetisi akademik atau olahraga malam itu berubah menjadi bentuk ekspresi kreativitas dan kebersamaan di panggung musik. Suasana hangat dan penuh dukungan ditunjukkan oleh para penonton yang datang dari kedua komunitas kampus.

Salah satu pesan yang berulang adalah bahwa rivalitas bukan untuk memecah, tetapi untuk memperkaya pengalaman bersama dan merayakan identitas masing-masing. Banyak peserta bahkan berharap acara serupa bisa dijadikan agenda tahunan sebagai forum reuni dan kolaborasi alumni kampus.

Antusiasme penonton terlihat dari tiket yang ludes terjual jauh sebelum acara dimulai serta dukungan aktif dari komunitas alumni di media sosial, terlihat beberapa tokoh alumni ITB yang hadir mulai dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Ph.D., Komisaris Utama PT Medco Intidinamika Yani Yuhani Panigoro, Ketua Ikatan Alumni ITB Agustin Peranginangin, Direktur Kealumnian dan pengembangan karier, Sophi Damayanti, Irama Aboesoemono Sipil ’70, dan Lia Amelia Tresna Wulan Asri. Banyak yang mengenakan atribut almamater warna kampus masing-masing, memperkuat nuansa persaingan friendly yang penuh semangat positif.